Dalam operasional gudang yang menggunakan Bin Location di SAP Business One, metode FIFO (First-In, First-Out) tidak selalu menjadi pilihan utama. Dalam skenario tertentu, metode LIFO (Last-In, First-Out) justru lebih relevan, di mana stok yang paling baru masuk akan diprioritaskan untuk dikeluarkan lebih dahulu. Ini adalah salah satu fitur/fungsi untuk sistem pengaturan gudang (WMS – Warehouse Management System) yang dimiliki SAP Business One.
Pendekatan ini biasanya diterapkan pada kondisi berikut:
- Barang Non-Perishable: Barang yang tidak memiliki masa kedaluwarsa atau tidak sensitif terhadap umur simpan.
- Perputaran Cepat: Fokus pada pergerakan stok yang paling baru diterima.
- Efisiensi Akses: Menghindari penumpukan stok baru di area depan yang menghalangi stok lama.
Berbeda dengan FIFO, pendekatan ini lebih fokus pada pergerakan stok terbaru. Namun perlu dipahami:
Penentuan prioritas tetap berdasarkan Last Received Date per bin, bukan detail layer stok di dalam bin.
Pengaturan LIFO pada Bin Location
Untuk mengaktifkan alokasi pengeluaran barang secara LIFO, ikuti langkah-langkah berikut:
- Buka menu Administration > Setup > Inventory > Warehouses
- Pilih gudang yang mengelola Bin Location yang ingin diatur
- Klik Tab Bin Locations
- Pada bagian Auto Alloc. on Issue, pilih opsi LIFO

Bagaimana Sistem Menentukan Bin?
Saat transaksi pengeluaran dilakukan:
- Sistem membaca tanggal penerimaan terakhir (Last Received Date) tiap bin
- Bin dengan tanggal paling baru akan diprioritaskan
- Jika ada tanggal yang sama → ditentukan oleh kode bin
- Mengalokasikan stok hingga kebutuhan terpenuhi
Contoh Skenario
Skenario 1: Prioritas Stok Terbaru
| Posting Date | Bin Location | Quantity |
|---|---|---|
| 18 Mar 2026 | Bin A | 150 |
| 23 Mar 2026 | Bin B | 80 |
Saat dilakukan pengeluaran sebanyak 60 unit, maka sistem akan mengambil dari Bin B
Penjelasan:
Walaupun qty di Bin B lebih kecil, karena tanggalnya paling baru (23 Mar), maka tetap diprioritaskan.
Skenario 2: Tanggal Sama di Beberapa Bin
| Posting Date | Bin Location | Quantity |
|---|---|---|
| 25 Mar 2026 | Bin A | 70 |
| 25 Mar 2026 | Bin B | 90 |
| 25 Mar 2026 | Bin C | 60 |
Jika dilakukan pengeluaran sebanyak 100 unit, sistem mengambil 70 unit dari Bin A dan 30 unit dari Bin B (sesuai urutan kode).
Penjelasan:
Karena semua tanggal sama, maka sistem mengikuti urutan alfabetis kode bin (A lalu B).
Skenario 3: Efek Pembaruan Stok dalam Bin
| Posting Date | Bin Location | Quantity |
|---|---|---|
| 16 Mar 2026 | Bin D | 100 |
| 19 Mar 2026 | Bin E | 120 |
| 24 Mar 2026 | Bin D | 40 |
Kondisi akhir:
- Bin D: 24 Mar 2026
- Bin E: 19 Mar 2026
Saat dilakukan pengeluaran sebanyak 130 unit, sistem akan:
- Mengambil sebanyak 40 dari Bin D
- Selanjutnya mengambil sebanyak 90 dari Bin E
Penjelasan:
Meskipun Bin D mempunyai stok lama (16 Mar), penerimaan baru di tanggal 24 membuat seluruh isi bin tersebut dianggap sebagai stok terbaru.
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Abaikan Kuantitas: Prioritas tidak ditentukan oleh jumlah stok terbanyak, melainkan tanggal terbaru.
- Perubahan Dinamis: Satu kali penerimaan barang baru dapat langsung mengubah urutan prioritas bin secara keseluruhan.
- Tidak Ada Mix-Layer: Sistem tidak membedakan stok lama dan baru di dalam satu bin yang sama; yang dilihat adalah tanggal masuk terakhir bin tersebut secara utuh.
Metode LIFO memberikan pendekatan yang agresif terhadap perputaran stok terbaru. Namun, metode ini sangat tidak disarankan untuk barang yang memiliki masa kedaluwarsa (perishable) karena berisiko membuat stok lama tertahan terlalu lama di gudang.
Baca juga Tips SAP Business One yang relevan:
- FIFO Bin Location pada Issue Transaction SAP Business One
- Pengaturan Restriksi Transaksi Bin Location SAP B1
- Cara Mengatur Default Bin Location di SAP Business One
- Inventory Transfer Antar Branch SAP Business One FP 2411
- Cara Menggunakan Available-to-Promise (ATP) SAP B1
- Cara Atur Gudang Default di SAP B1 (Bagian 2)








