Dalam operasional bisnis, pelanggan melakukan pengembalian barang karena alasan tertentu, seperti barang cacat, salah spesifikasi, atau kelebihan kirim. Namun tidak semua retur dari pelanggan berujung pada penggantian barang. Ada kondisi tertentu di mana pelanggan mengembalikan item tanpa mengharapkan pengiriman ulang (replacement). Kasus ini perlu ditangani dengan tepat agar tidak mengganggu status dokumen penjualan dan ketersediaan stok.
Skenario Umum
Beberapa alasan pelanggan melakukan retur tanpa meminta barang pengganti antara lain:
- Barang tidak jadi digunakan
- Kesalahan pemesanan dari pihak pelanggan
- Perubahan kebutuhan
- Barang dikembalikan untuk refund (bukan replacement)
Dalam kasus seperti ini, setelah barang dikembalikan, proses biasanya berlanjut ke:
- Credit Memo (pengembalian dana)
- Atau hanya penyesuaian stok tanpa pengiriman ulang
Proses Return di SAP Business One
Dalam membuat retur di SAP Business One, terdapat beberapa kondisi yang perlu diperhatikan:
- Menentukan dasar retur
- Jika diketahui retur berasal dari pengiriman tertentu (kapan dan transaksi mana), maka retur sebaiknya dibuat berdasarkan Delivery.
- Namun, jika tidak diketahui retur tersebut berasal dari pengiriman yang mana, maka retur dapat dibuat secara manual tanpa referensi ke dokumen sebelumnya. Pengguna harus memasukkan data item dan harga secara manual.
- Langkah membuat Return berdasarkan Base Document
Berikut langkah-langkahnya:- Masuk ke menu: Sales – A/R > Return
- Tentukan pelanggan (Customer) yang melakukan retur
- Klik tombol: Copy From > Deliveries

- Pilih transaksi Delivery, lalu pilih item yang akan diretur
- Sistem akan menarik data item yang telah dipilih secara otomatis
- Sesuaikan quantity jika diperlukan
- Lengkapi informasi tambahan (alasan retur, gudang, dll)
- Periksa kembali total nilai dan item yang ada. Jika sudah sesuai, klik Add untuk menyimpan dokumen Return
Saat menyimpan dokumen Return berdasarkan Delivery, pengguna biasanya akan menemukan pesan sistem: “Do you want to reopen the items in the original order?”
Pesan ini sering menimbulkan kebingungan, terutama jika pelanggan tidak menginginkan pengiriman ulang.

Penjelasan Pesan “Reopen Items”
Pesan ini berkaitan dengan status item pada dokumen dasar (biasanya Sales Order).
- Jika memilih Yes:
- Status dokumen Sales Order akan terbuka kembali untuk item yang diretur
- Artinya sistem menganggap barang tersebut belum terpenuhi sehingga memungkinkan pengiriman kembali barang pengganti
- Ini cocok jika memang akan dilakukan pengiriman ulang
- Jika memilih No:
- Status dokumen Sales Order tetap closed
- Sistem menganggap transaksi sudah selesai dan tidak dianggap sebagai pesanan yang menggantung
- Tidak ada ekspektasi pengiriman ulang
Dampak Transaksi Return
Setelah dokumen Return berhasil ditambahkan (Add), sistem akan melakukan hal berikut secara otomatis:
- Inventory: Stok barang akan bertambah kembali ke gudang (karena barang dikembalikan oleh pelanggan).
- Accounting: Sistem akan melakukan jurnal balik untuk mengurangi piutang pelanggan dan menyesuaikan akun persediaan serta HPP.
- Status Dokumen: Jika semua item dalam satu pengiriman diretur, maka status dokumen Delivery tersebut akan berubah menjadi Closed.
Catatan Penting: Jika transaksi pengiriman sudah berlanjut hingga tahap A/R Invoice, maka proses pengembalian harus menggunakan dokumen A/R Credit Memo bukan Return, agar saldo piutang pada laporan keuangan tetap sinkron.
Pesan “Do you want to reopen the items in the original order?” adalah kontrol penting dalam SAP Business One. Pemilihan jawaban harus disesuaikan dengan tujuan bisnis.
- Replacement? → Yes
- Tidak ada replacement? → No
Memahami hal ini membantu menjaga akurasi data, menghindari kesalahan operasional, dan memastikan proses retur berjalan sesuai kebutuhan bisnis.
Baca juga Tips SAP Business One yang relevan:
- Cara Menggunakan Available-to-Promise (ATP) SAP B1
- Pengaturan Pengiriman Ulang Berdasarkan Dokumen Dasar
- Membuat Satu Dokumen dari Beberapa Base Document di SAP Business One
- Peringatan Penyimpangan Stok Minimum di SAP B1
- Membandingkan Laporan Keuangan dalam Dua Periode di SAP Business One
- Cara Cepat Lihat Base & Target Document di SAP B1








