Backorder Report merupakan laporan yang menampilkan daftar Sales Order yang belum dipenuhi secara keseluruhan atau A/R Reserve Invoice yang belum dapat dikirimkan karena keterbatasan ketersediaan inventaris. Laporan ini membantu pengguna dalam menetapkan prioritas pengiriman, mempercepat proses pembelian atau produksi, serta mengoptimalkan pengelolaan persediaan. Menu Backorder Report dapat diakses melalui Sales – A/R > Sales Reports > Backorder.

Sebelum menampilkan laporan, pengguna dapat menetapkan kriteria filter isi laporan yang ingin ditampilkan berdasarkan:
- Date (Tanggal): Tanggal transaksi yang ingin ditampilkan.
- Customer (Pelanggan): Filter berdasarkan pelanggan tertentu.
- Document Number (Nomor Dokumen): Filter berdasarkan nomor Sales Order atau A/R Reserve Invoice.
- Item (Barang): Filter berdasarkan item tertentu yang sedang backorder.
- Warehouse (Gudang): Menampilkan backorder berdasarkan lokasi penyimpanan.
Setelah menentukan kriteria yang diinginkan, pengguna dapat menekan tombol ‘OK’, dan sistem akan menampilkan Backorder Report dalam bentuk tabel seperti berikut:

Pada laporan ini, terdapat beberapa kolom utama yang memberikan gambaran status pemenuhan pesanan:
- Ordered: Menunjukkan jumlah barang yang dipesan dalam sales order.
- Delivered: Menunjukkan jumlah barang yang telah dikirimkan kepada pelanggan.
- Backorder: Menunjukkan jumlah barang yang belum dikirimkan kepada pelanggan.
Manfaat Backorder Report
Laporan ini memiliki beberapa manfaat utama, antara lain:
- Monitoring Status Pesanan – Mempermudah tim penjualan dan logistik dalam memantau pesanan yang belum terpenuhi.
- Prioritasi Pemenuhan Pesanan – Membantu menentukan pesanan mana yang perlu didahulukan berdasarkan stok yang tersedia.
- Pengambilan Keputusan untuk Pembelian atau Produksi – Jika stok tidak mencukupi, pengguna dapat segera merencanakan pembelian atau produksi barang yang dibutuhkan.
- Peningkatan Layanan Pelanggan – Dengan informasi yang lebih akurat, perusahaan dapat memberikan estimasi waktu pengiriman kepada pelanggan.
Dengan memahami dan memanfaatkan Backorder Report, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dalam pemenuhan pesanan dan pengelolaan persediaan.








