Dalam manajemen gudang yang menggunakan Bin Location di SAP Business One, salah satu tantangan utama adalah menentukan dari bin mana barang harus diambil saat melakukan pengeluaran barang (Goods Issue, Delivery, dan transaksi issue lainnya). Untuk mengotomatisasi proses ini, sistem menyediakan metode FIFO (First-In, First-Out).
Ini adalah salah satu fitur/fungsi untuk sistem pengaturan gudang (WMS – Warehouse Management System) yang dimiliki SAP Business One.
Namun, penting untuk dipahami bahwa:
FIFO pada Bin Location tidak dihitung berdasarkan urutan seluruh transaksi masuk, melainkan berdasarkan tanggal terakhir penerimaan barang (Last Received Date) pada masing-masing bin.
Pengaturan FIFO pada Bin Location
Pengaturan alokasi pengeluaran barang dapat dilakukan dengan cara:
- Masuk ke menu Administration > Setup > Inventory > Warehouses
- Cari kode gudang yang mengelola Bin Location dan ingin diatur alokasi issue-nya
- Pindah ke Tab Bin Locations
- Pada bagian Auto Alloc. on Issue, pilih FIFO
Cara Kerja Metode FIFO
Saat terjadi transaksi pengeluaran barang, sistem akan:
- Mengidentifikasi tanggal terakhir penerimaan (Last Received Date) pada setiap bin
- Mengurutkan bin dari tanggal paling lama (tertua)
- Jika terdapat tanggal terakhir penerimaan yang sama, sistem menggunakan Bin Location Code (urut alfabetis/numerik) sebagai penentu urutan
- Alokasi dilakukan hingga jumlah pengeluaran terpenuhi
Simulasi Kasus
Berikut adalah simulasi penerapannya dalam beberapa skenario:
Case 1: Perbedaan Tanggal Penerimaan
Ini adalah skenario dasar FIFO. Dilakukan Goods Receipt atas Item A.
| Posting Date | Bin Location | Quantity |
|---|---|---|
| 21 Mar 2026 | Bin 3 | 100 |
| 22 Mar 2026 | Bin 2 | 200 |
Misalnya, dilakukan pengeluaran barang sebanyak 50 Unit, maka sistem akan mengambil dari Bin 3. Hal ini karena Bin 3 memiliki tanggal penerimaan paling lama (21 Mar 2026), sehingga diprioritaskan sesuai prinsip FIFO.
Case 2: Tanggal Penerimaan Sama (Tie Condition)
Jika dilakukan input penerimaan barang ke bin yang berbeda pada tanggal yang sama, sistem tidak bisa menentukan prioritas berdasarkan waktu jam masuk, melainkan melalui kode bin.
| Posting Date | Bin Location | Quantity |
|---|---|---|
| 22 Mar 2026 | Bin 3 | 100 |
| 22 Mar 2026 | Bin 2 | 200 |
Jika dilakukan pengeluaran barang sebanyak 50 Unit, maka sistem akan mengambil dari Bin 2. Karena tanggal penerimaan sama, sistem tidak mempertimbangkan waktu input atau urutan transaksi. Sebagai gantinya, digunakan urutan kode bin, di mana Bin 2 lebih dulu daripada Bin 3.
Case 3: Pembaruan Tanggal Penerimaan Terakhir (Last Received Date)
Ini adalah poin kritikal. Status FIFO sebuah bin akan “ter-reset” atau diperbarui setiap kali ada barang baru yang masuk ke bin tersebut.
| Posting Date | Bin Location | Quantity |
|---|---|---|
| 19 Mar 2026 | Bin 3 | 50 |
| 20 Mar 2026 | Bin 2 | 100 |
| 22 Mar 2026 | Bin 3 | 100 |
Kondisi Akhir:
- Bin 2: Last Received Date = 20 Mar 2026
- Bin 3: Last Received Date = 22 Mar 2026 (terupdate)
Jika dilakukan pengeluaran barang sebanyak 120 Unit, maka:
- sistem mengambil 100 unit dari Bin 2
- lalu dilanjutkan mengambil 20 unit dari Bin 3
Walaupun Bin 3 memiliki stok lama dari tanggal 19 Maret, adanya penerimaan baru pada 22 Maret membuat seluruh isi bin tersebut dianggap “lebih baru”. Akibatnya, prioritas FIFO berpindah ke Bin 2.
Catatan Penting
- FIFO pada Bin Location bekerja per bin, bukan per layer stok di dalam bin
- Setiap penerimaan baru akan memperbarui Last Received Date pada bin tersebut
- Sistem tidak mempertimbangkan urutan input transaksi
- Pada kondisi tanggal sama, prioritas ditentukan oleh kode bin
Tips Praktis
Jika ingin menjaga akurasi FIFO:
- Hindari mencampur stok lama dan baru dalam satu bin
- Gunakan bin terpisah untuk batch atau umur stok berbeda
- Perhatikan penamaan bin karena mempengaruhi urutan alokasi
- Edukasi tim gudang bahwa: menambahkan stok baru ke bin lama akan mengubah prioritas FIFO
Baca juga Tips SAP Business One yang relevan:
- Pengaturan Restriksi Transaksi Bin Location SAP B1
- Cara Mengatur Default Bin Location di SAP Business One
- Inventory Transfer Antar Branch SAP Business One FP 2411
- Cara Menampilkan System Messages Log di SAP B1
- Membandingkan Laporan Keuangan di SAP Business One
- Cara Menggunakan Available-to-Promise (ATP) SAP B1








