Dalam perusahaan yang menggunakan MRP (Material Requirement Planning) sebagai bagian dari proses bisnis, akurasi Item Master Data menjadi hal yang sangat penting. Salah satu data krusial yang wajib di-setting dengan benar adalah Lead Time. Tanpa Lead Time yang tepat, hasil perhitungan MRP bisa meleset dan berisiko menyebabkan keterlambatan pemenuhan pesanan.
Apa itu Lead Time?
Lead Time adalah waktu yang dibutuhkan sejak proses pengadaan dimulai sampai barang siap digunakan atau dikirim.
- Untuk item produksi, Lead Time mencerminkan durasi proses produksi.
- Untuk item pembelian, Lead Time mencerminkan waktu tunggu dari supplier.
Di SAP B1, Lead Time digunakan oleh MRP Wizard untuk menentukan: kapan paling lambat proses pengadaan harus dimulai, agar barang sudah tersedia saat dibutuhkan untuk produksi atau untuk pengiriman. MRP bekerja dengan konsep backward scheduling, yaitu menghitung mundur dari tanggal kebutuhan (Delivery Date).
Cara Setting Lead Time di Item Master Data
- Masuk ke menu Inventory > Item Master Data. Cari item yang akan diatur Lead Time.
- Pilih pada tab Planning Data, isikan nilai Lead Time (dalam jumlah hari).
- Klik tombol Update untuk menyimpan perubahan.

Studi Kasus
Data Item
- Item: MRP_BOM
- Lead Time: 5 hari
- Warehouse: 01
- Stok awal: 7 Pcs
Sales Order
Terdapat 3 Sales Order, masing-masing sebanyak 5 Pcs, dengan Delivery Date berbeda:
- Pesanan 1: 30 Dec 2025
- Pesanan 2: 07 Jan 2026
- Pesanan 3: 12 Jan 2026
Total kebutuhan = 15 Pcs

Menjalankan MRP Wizard
- Masuk ke menu MRP > MRP Wizard.
- Jika belum memiliki scenario, maka dapat membuat scenario MRP terlebih dahulu.
- Pada halaman Scenario Details, tentukan:
- Planning Horizon (Start Date & End Date). Planning Horizon menentukan periode waktu mana saja yang akan diperhitungkan oleh MRP saat membuat rekomendasi produksi atau pembelian.
- Consider Holidays For, apabila dicentang pada Production Items dan Purchase Items, maka MRP akan memperhitungkan hari libur nasional (sesuai yang sudah diatur pada Holiday Dates) dan weekend. Penjadwalan pengadaan (produksi maupun pembelian) tidak jatuh di hari non-kerja.

- Klik tombol Run untuk menjalankan MRP Wizard. Maka akan ditampilkan jendela MRP Results.
Analisis Hasil MRP

- Sales Order Pertama – Delivery Date: 30 Dec 2025
Stok awal sebanyak 7 Pcs, sementara kebutuhan sebanyak 5 Pcs. Artinya stok masih mencukupi sehingga tidak diperlukan pengadaan. - Sales Order Kedua – Delivery Date: 07 Jan 2026Sisa stok setelah SO pertama yaitu 2 Pcs. Kebutuhan sebanyak 5 Pcs, sehingga MRP perlu membuat rencana pengadaan sebanyak 3 Pcs. Perhitungan tanggal pengadaan:
- Delivery Date: 07 Jan 2026
- Lead Time: 5 hari
- Hitung mundur dari Delivery Date
- Tanggal 01 Jan 2026 adalah hari libur nasional, dan tanggal 03-04 Jan 2026 adalah weekend. Maka hari non-kerja dilewati.
- Hasilnya, tanggal paling lambat proses pengadaan harus dimulai adalah 30 Dec 2025.
- Sales Order Ketiga – Delivery Date: 12 Jan 2026Kebutuhan sebanyak 5 Pcs. Dengan perhitungan mundur menggunakan Lead Time dan memperhitungkan hari libur dan weekend, maka didapatkan tanggal minimal pengadaan barang adalah 05 Jan 2026.
Kesimpulan
- Lead Time di Item Master Data sangat menentukan hasil MRP.
- MRP menggunakan Lead Time untuk menarik mundur jadwal pengadaan dari Delivery Date.
- Dengan mengaktifkan opsi Consider Holidays for, MRP akan:
- Menghindari hari libur dan weekend
- Menggeser tanggal pengadaan ke hari kera terdekat sebelumnya
Dengan setting Lead Time yang benar dan konsisten, perusahaan dapat memastikan:
- Tidak terjadi kekurangan stok
- Proses produksi/pembelian lebih terencana
- Delivery ke customer tetap tepat waktu








